Taksonomi Pmbelajaran


Jalan lain untuk melihat pembelajaran adalah mealui pengkarakteran kapabilitas utama untu menjadi pembelajar. Tiga tipe pembelajaran telah di analisa dan di presentasikan diantaranya : Cognitive, Affective, dan Psikomotor.

1. Pembelajaran Taksonomi Kognitif
Setiap taksonomi menggunakan prinsip yang terorganisasi yang menjelaskan bagaimana determinasi tingakatan pembelajaran dan bagaimana hubungan dengan tingkatan yang lainnya, prinsip organisasi untuk taksonomi kognitif terdiri dari 6 tingakatan :

a. Pengetahuan (knowledge)

Berisikan kemampuan untuk mengenali dan mengingat istilah, definisi, fakta-fakta, gagasan, pola, urutan, metodologi, prinsip dasar, dsb. Sebagai contoh, ketika diminta menjelaskan manajemen kualitas, orang yg berada di level ini bisa menguraikan dengan baik definisi dari kualitas, karakteristik produk yang berkualitas, standar kualitas minimum untuk produk, dsb.

b. Pemahaman (comprehension)

Dikenali dari kemampuan untuk membaca dan memahami gambaran, laporan, tabel, diagram, arahan, peraturan, dsb. Sebagai contoh, orang di level ini bisa memahami apa yg diuraikan dalam fish bone diagram, pareto chart, dsb

c. Aplikasi (application)

Di tingkat ini, seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori, dsb di dalam kondisi kerja. Sebagai contoh, ketika diberi informasi tentang penyebab meningkatnya penolakan di produksi, seseorang yg berada di tingkat aplikasi akan mampu merangkum dan menggambarkan penyebab turunnya kualitas dalam bentuk diagram ataupun semacamnya.

d. Analisis (Analysis)

Di tingkat analisis, seseorang akan mampu menganalisa informasi yang masuk dan membagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya, dan mampu mengenali serta membedakan faktor penyebab dan akibat dari sebuah skenario yg rumit. Sebagai contoh, di level ini seseorang akan mampu memilah-milah penyebab meningkatnya penolakan, membanding-bandingkan tingkat keparahan dari setiap penyebab, dan menggolongkan setiap penyebab ke dalam tingkat keparahan yg ditimbulkan.

e. Sintesis (Synthesis)

Satu tingkat di atas analisa, seseorang di tingkat sintesa akan mampu menjelaskan struktur atau pola dari sebuah skenario yang sebelumnya tidak terlihat, dan mampu mengenali data atau informasi yang harus didapat untuk menghasilkan solusi yg dibutuhkan. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas mampu memberikan solusi untuk menurunkan tingkat penolakan di produksi berdasarkan pengamatannya terhadap semua penyebab turunnya kualitas produk.

f. Evaluasi (Evaluation)

Dikenali dari kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap solusi, gagasan, metodologi, dsb dengan menggunakan kriteria yang cocok atau standar yg ada untuk memastikan nilai efektivitas atau manfaatnya. Sebagai contoh, di tingkat ini seorang manajer kualitas harus mampu menilai alternatif solusi yg sesuai untuk dijalankan berdasarkan efektivitas, kepentingan, nilai manfaat, nilai ekonomis, dsb.

2. Pembelajaran Taksonomu Afektif

“Jika kemampuan anda meliputi pengembangan tingkah laku dan hasil, maka taksonomi afektif bisa membantu dalam pemahaman tentang pengambangan dari tipe pembelajaran ini. Dalam taksonomi ini ada beberapa tingkatan diantaranya :

a. Penerimaan (Receiving)

Kesediaan untuk menyadari adanya suatu fenomena di lingkungannya. Dalam pengajaran bentuknya berupa mendapatkan perhatian, mempertahankannya, dan mengarahkannya.

b. Tanggapan (responding)

Memberikan reaksi terhadap fenomena yang ada di lingkungannya. Meliputi persetujuan, kesediaan, dan kepuasan dalam memberikan tanggapan.

c. Penghargaan (Valuing)

Berkaitan dengan harga atau nilai yang diterapkan pada suatu objek, fenomena, atau tingkah laku. Penilaian berdasar pada internalisasi dari serangkaian nilai tertentu yang diekspresikan ke dalam tingkah laku.

d. Pengorganisasian (organization)

Memadukan nilai-nilai yang berbeda, menyelesaikan konflik di antaranya, dan membentuk suatu sistem nilai yang konsisten.

e. Karakterisasi Berdasarkan Nilai-nilai (Characterization by a Value or Value Complex)

Memiliki sistem nilai yang mengendalikan tingkah-lakunya sehingga menjadi karakteristik gaya-hidupnya.

3. Pembelajaran Taksonomi Psikomotor

Pembelajaran ini mempunyai aplikasi lebih yang tidak hanya dari segi kurikulum pendidikan dengan kata lain aktifitas lain yang di anjurkan untuk digunakan dan di koordinasikan, kemampuan yang dianjurkan dimiliki guna berjalannya pembelajaran taksonomi psikomotor ini diantaranya :

a. Reflex Movement

b. Basic Fundamental Movement

c. Perceptual

d. Physical activities

e. Skilled movement

f. Nondiscursive communication

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s