OSI dan TCP/IP


OSI (Open System Interconnection) adalah sebuah model arsitektur jaringan yang dikembangkan untuk mengatasi berbagai kendala internetworking akibat perbedaan arsitektur dan protocol jaringan. OSI ini dibuat oleh badan standar internasional dikarenakan adanya perbedaan protocol jaringan yang dibuat oleh vendor-vendor yang mengakibatkan koneksi jaringan antara vendor yang berbeda sulit dilakukan. Model OSI ini sendiri banyak di kembangkan di daerah eropa, karena memang disanlah lahirnya model OSI ini, walaupun model OSI ini sudah di standarkan dengan label ISO, namun dalam aplikasinya model ini hanya di jadikan referensi saja, kebanyakan vendor yang membuat arsitektur jaringan lebih menggunakan model TCP/IP sebagai model yang digunakan, kenapa OSI hanya digunakan sebagai referensi saja ?

hal itu disebabkan :

1. Model OSI dianggap terlalu kompleks, model OSi mempunyai 7 layer di dalamnya, hal itu dianggap terlalu kompleks untuk di applikasikan.
2. Pertumbuhan internet yang pesat dengan menggunakan model TCP/IP, karena model TCP/IP ini lebih sederhana di banding dengan OSI, akibatnya model referensi OSI kurang diminati.

Bingung?

Hehe, baiklah inilah OSI, jreng jreng jreng, Berikut adalah 7 lapisan layer OSI

Inilah penjelasannya :

1. Application layer : berfungsi sebagai antarmukan jaringan antara user dan jaringan itu sendiri. Jadi pada layer inilah user (pengguna) berinteraksi dengan jaringan, contoh protocol yang di pakai pada layer ini semacam, HTTP, FTP, telnet, POP3, SMTP, dll. Masih bingung? Intinya ketika anda ngenet, browsing sana browsing sini, klik web ini dan itu, maka anda berada pada layer ini.
2. Presentation Layer : berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat di transmisikan. (halah apaan tah?) intinya seperti ini, jadi ketika anda browsing, maka request data yang anda minta akan di enkripsi datanya sebelum dikirim ke luar sana, jadi data di ubah formatnya supaya bisa di deteksi dan dibaca sama jaringan. Masih bingun? Misalnya seperti ini, ketika anda berada dalam sebuah kumpulan obrolan kecil antara 3 orang . orang pertama berbahasa sunda dan tidak bisa bahasa inggris, orang kedua berbahasa sunda dan bisa berbahasa inggris, dan orang ketiga orang berbahasa inggris. Misalnya orang pertama ingin menyampaikan pesan kepada orang inggris (tentunya si orang sunda itu harus menyampaikan dalam bahasa yang bisa dimengerti sama orang inggris itu kan? ) nah karena ada si orang berbahasa sunda yang bisa berbahasa inggris disana, maka dialah jadi penterjemah orang pertama dan orang kedua, nah diproses penterjemahan inilah “presentation layer”. Bahasa anda akan di terjemahkan ke dalam bahasa yang bisa dimengerti oleh jaringan (mesin juga harus diterjemahkan supaya ngerti, hihi).
3. Session Layer : berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dimulai, dipelihara, dan diakhiri. (layer ini terusan dari layer Presentation dan Application , (CMIIW ya)), jadi pada layer ini data yang anda minta ketika berselancar internet akan dipersiapkan untuk dikirim (CMIIW (Correct Me If I’m Wrong)).
4. Transport Layer : berfungsi untuk memecah data menjadi paket-paket data serta nenberikan nomor urut setiap paket sehingga dapat disusun kembali setelah diterima. (hmm), nah dip roses ini data yang akan dikirimkan di pecah terlebih dahulu sebelum di kirim ke IP yang dituju. Kenapa harus dipecah? , karena untuk arus yang lebih cepat selain itu juga supaya bisa dikenali kembali oleh jaringan yang di buat oleh vendor (pabrik) yang berbeda, (CMIIW).
5. Network layer : berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP. Nah pada layer ini, data anda akan dikirimkan ke IP yang dituju (routing). Pada layer ini juga dilakukan deteksi eror, jadi ketika terjadi kesalahan saat pengiriman, maka data akan dikirimkan kembali.
6. Data link : berfungsi untuk menentukan bagaimana bit bit data dikelompokan menjadi format yang disebut frame. Pada level ini juga dilakukan error correction, dan pengalamatan perangkat keras (MAC Address).
7. Physical Layer : berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan. Layer ini lebih kepada perangkat fisik jaringan saja intinya yang digunakan untuk transfer data, kayak LAN card, wireless, dll.

ini nih video penjelasannya

Nah itulah OSI, sekarang bandungkan dengan yang di punyai TCP/IP

Model TCP/IP atau disebut juga DARPA, dikembangkan oleh badan pertahanan amerika sana, berbeda dengan OSI layer, TCP/IP atau DARPA ini memiliki 4 layer, yaitu :

Inilah penjelasannya ;

1. Application layer : berfungsi mendiakan akses aplikasi terhadap jaringan TCP/IP. Dengan kata lain disinilah user berinteraksi dengan jaringan. Protocol yang digunakan antara lain, sepert : HTTP, telnet, FTP, dll.
2. Host to host : berfungsi membuat komunikasi antara dua host. Layer ini juga bertugas memecah data dan mnyatukan kembali data yang diterima dari application layer ke dalam aliran data yang sama antara sumber dan pengirim data.
3. Internetworking : berfungsi untuk melakukan routing dan pembuatan paket IP menggunakan teknik encapsulation.
4. Network interface : berfungsi meletakan frame frame data yang akan dikirim ke media jaringan. Layer ini bertugas mengatur semua hal yang diperlukan sebuah paket IP.

Jadi seperti itulah TCP/IP, nah sekarang ini model yang banyak digunakan adalah TCP/IP, karena model ini tidak serumit model OSI.

ini video penjelasannya

Sumber : Membangun Jaringan computer (Iwan Sofana)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s