there is a will there is a way


ini hanya share pemikiran aja, tiba2 kalimat itu ada ngelintas di pikiran saya tanpa bilang “punten”, rada polontong oge.

saya fikir, dengan mudahnya orang bilang kalimat yang di judul, ada kemauan ada jalan, kira2 gitu lah bunyi bahasa nasionalnya.

mari kita bongkar kata – kata di kalimat di atas

1. there is a will

yang di maksud disini apa sih? kalau saya mah mikirnya gini, setiap kita ngelakuin apapun, setiap kita bergerak, setiap kita bernafas, setiap kita berkedip itu adalah will, kenapa? kan itu terjadi gitu aja? eh kata siapa? bukankah setiap organ tubuh kita memiliki fungsi masing masing? bukankah semua tindakan kita terpusat pada organ otak? walaupun itu refleks tapi sesungguhnya itu adalah keinginan tubuh kita bukan? kenapa kita bisa berjalan? ya karena memang tubuh kita sudah punya kemauan seperti itu dan disempurnakan dengan perintah dari otak. apakah proses keinginan itu muncul gitu aja? saya rasa tidak. Kita harus berfikir sistem (“inget kuliah teori sistem”) proses keinginan itu yang saya fikir mengalami beberapa proses yang panjang, rumit dan sempurna. kenapa? dari mulai refleks gerakan, kita bicara, kita memberikan jawaban, semua itu pasti tidak di lakukan oleh satu fungsi tubuh. semua terhubung dengan organ kita yang paling boros (a.k.a otak). otak kita mampu mengorganisasi semua keinginan tubuh kita, bahkan saat kita terlelap dan bermimpi. lalu apa arti semua ini? ya seperti tubuh kita, kita juga perlu keinginan, keinginan seperti apa yang kita inginkan tergantung pada proses yang telah kita lalui, kebutuhan yang kita butuhkan, tapi semua keinginan kita tak akan pernah terlaksanakan ke proses selanjutnya, tanpa di awali dengan niat. Niat bagi saya seakan akan sudah mengerjakan setengah pekerjaan. dari niat bisa timbul semangat, dari niat bisa timbul motivasi, dan niat adalah salah satu wujud terciptanya tujuan. maka Niatkanlah

2. there is a way

oke yang kedua nih, niat udah ada nih, motivas udah ada nih, semangat udah ada nih, eh tapi kita bingung nih ngerjainnya dari mana. saya rasa jika niat kita udah bener kita pasti gak akan bingung harus mulai dari mana, cara apapun pasti di ulik jika niatnya kuat, gak ada salahnya kita mencoba kan? kenapa harus mencoba? buat tujuan koq coba coba (iklan kayu putih), ya iyalah kalo kita gak mencoba mana mungkin kita bisa tau, kan bisa dari orang lain? jadi mau denger dari orang lain terus? jadi mau ngandelin orang lain aja? gak mau gitu nyoba sendiri? emang yang namanya rizki itu udah ada yang mengatur, tapi kita harus jemput juga tuh yang namanya rizki, yang bisa ngerubah keadaan kita ya cuman kita sendiri, ya dari orang lain bisa, tapi jangan semuanya lah, mau jadi benalu? jalan itu bisa ada selama kita berusaha buat nyarinya, entah itu sulit, entah itu mudah, entah itu beresiko entah itu tidak. toh yang nganggap hidup itu pilihan, hidup itu panggung sandiwara, itu kita sendiri yang  nganggapnya kayak gitu, ada benarnya juga toh saya juga mikirnya gitu koq (normal gak ya?). balik ke “way”, tadi kan saya niat aja udah setengah jalan ke tujuan, nah setengah jalannya lagi di bagi 2, bagiannya itu :

a. Proses

mau itu orang sukses, mau itu orang gak sukses, yang pinter yang gak pinter, pasti nemuin yang namanya proses, dan saya denger dari orang lain (boleh kan sebagian dari orang lain) proses itu gak mudah, walau cuman satu kata, tapi akarnya banyak, dari akar dia punya akar lagi, kenapa? yap proses itu menurut saya adalah perjalanan kita dalam menggapai tujuan setelah niat, mau itu masalah, mau itu kita berjalan, mau itu apa ke, itu proses. Proses adalah kegiatan yang suci walaupun di setiap jalannya banyak kotoran dan lubang, tetap proses itu adalah kegiatan yang suci. kenapa? tentu kita punya tujuan ideal  bukan? kalo iya, pasti anda setuju dengan pernyataan saya (maksa).

b. Hasil

yang bagian keduanya ya hasil, setelah niat, proses, barulah hasil. Bagi saya hasil bukan merupakan patokan atau acuan utama seseorang di katakan super. kenapa? karna menurut saya hasil “cuman” hadiah dari niat dan proses kita, kan kalo udah ada hasil, tujuan tercapai atau tidaknya bisa ketauan? eh kata siapa? apakah tujuan itu absolut? ataukah relatif? percayakah anda ada orang sukses yang suksesnya di akibatkan dia bekerja hanya sekali tanpa mengalami kegagalan? saya rasa tidak. disinilah kita bisa tau dan lebih bisa menghargai niat dan proses daripada hasil. karna hasil menurut saya “cuman” hadiah. tapi yakinlah setiap niat yang kita tanamkan kokoh dan proses yang kita lakukan konsisten insya alloh hasilnya juga pasti maksimal (optimis).

kesimpulannya :

kalau dari hukum tarik-menariknya the secret itu bilang, semua kehendak kita akan tercapai, selama kita yakin kehendak itu akan tercapai, dan kuncinya semua ada di keinginan dan otak kita.

niat itu permulaan yang luar biasa, tapi lebih luar biasa lagi jika niat itu di lengkapi dengan tindakan nyata.

so, berniatlah dan kerjakan.

4 responses to “there is a will there is a way

  1. salut ! Thank’s motivasi nya.

  2. Mirip2 dengan “Law of Attraction” ya gan..
    like attracks like, kalo yakin berhasil pasti berhasil…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s