Open BTS salah satu masa depan Mobile Learning


era informasi sekarang ini terutama dalam bidang telepon seluler sangat dirasakan pentingnya dalam rangka pemenuhan gaya hidup yang semakin mobile dan menuntut untuk terus memperbaharui informasi yang diperlukan, kemajuan teknologi pun tidak bisa terbendung, yang bisa kita lakukan hanyalah pasrah dan mengikuti perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kemajuan teknologi. tidak terkecuali dunia pendidikan, dunia pendidikan harus senantiasa mengadopsi dan mengimplementasikan teknologi yang ada sesuai dengan kemajuan zaman karena tuntutan itulah pendidikan dituntut untuk terus memperbaharui dan mencari inovasi yang pas dalam pemenuhan kebutuhan dalam pendidikan. salah satu yang berkembang paling pesat dari beberapa teknologi saat ini adalah teknologi jaringan atau internet, seperti contohnya teknologi jaringan internet sekarang ini mengarah pada cloud computing, dimana nantinya seorang user bisa mengoperasikan komputernya tanpa harus instal software-software seperti yang biasa dilakukan sekarang ini. Akhir-akhir ini kita diperkenalkan dengan yang namanya Open BTS (Open Base Transceiver Station) yang merupakan  sebuah BTS GSM berbasis software, yang memungkinkan handphone GSM untuk menelepon tanpa menggunakan jaringan operator selular. OpenBTS dikenal sebagai implementasi open source pertama dari protokol standard industri GSM.

infrastruktur yang dibutuhkan dalam Open BTS itu sendiri relatif murah jika dibandingkand dengan BTS yang dipakai oleh sejumlah provider, karena Open BTS ini menggunakan software Open Source alias gratis, jadi tidak perlu mahal-mahal dalam pengembangannya.

Menurut praktisi TI Onno W Purbo, bermodalkan Open BTS ini, pengguna dimungkinkan untuk menelepon dan SMS secara gratis, dengan investasi yang relatif murah. Soal kualitas suara atau kecepatan pengiriman SMS dinyatakan sama baiknya dengan telekomunikasi melalui operator telekomunikasi. Telekomunikasi melalui Open BTS bisa dilakukan dengan telepon seluler biasa, yang murah sekalipun. Kartu SIM yang dimasukkan pun tidak perlu yang masih aktif, yang sudah mati pun bisa dimanfaatkan, Perangkat Open BTS memungkinkan pengguna menelepon dan SMS selama masih berada dalam jangkauan.

Penerapan OpenBTS di Indonesia sedang digalakkan oleh praktisi teknologi informasi Onno W Purbo. Berikut adalah dasar-dasar perangkat dan piranti lunak yang dibutuhkan untuk menggunakan teknologi ini.

Hardware

Tentu saja hal yang paling dasar adalah seperangkat komputer, bisa desktop ataupun notebook.

Kemudian, untuk OpenBTS versi minimal, dibutuhkan hardware untuk memancarkan sinyal radio bernama Universal Sofware Radio Peripheral (USRP) dan dua jenis antena, yakni antena transmitter dan receiver.

USRP inilah yang menggantikan peran pemancar pada Base Transceiver Station (BTS) operator seluler komersil. USRP versi minimal bisa didapatkan dengan harga 15 sampai 20 juta.

Lewat kabel USB, sambungkan komputer ke USRP. Setelah itu, dua kabel yang ada di USRP disambungkan ke dua antena tersebut.

Software

Sebelumnya, komputer yang digunakan harus bersistem operasi Linux. Sistem operasi lain seperti Windows atau Mac tidak bisa digunakan untuk menjalankan OpenBTS.

Semua software yang digunakan untuk OpenBTS ini bisa di-download secara gratis, dan semuanya merupakan software open source.

Gunakan software GNU Radio, untuk mengendalikan USRP. Kemudian software OpenBTS, untuk mengontrol operasi BTS. Dan juga ada software sentral telepon bernama Asterisk. Software ini biasa digunakan untuk teknologi sentral telepon generasi 4G.

Protokol yang digunakan oleh sentral telepon Asterisk adalah Session Initiation Protocol (SIP). Protokol macam ini juga dipakai oleh operator seluler komersil seperti Indosat, Telkomsel, XL, Axis, dan lain-lain.

Logika berpikir hardware USRP

Logika berpikir USRP dalam OpenBTS ini kira-kira seperti sound card pada komputer. Sebuah sound card harus diprogram agar mengeluarkan sinyal audio.

Nah, begitu juga dengan USRP yang diprogram agar mengeluarkan sinyal radio. Bukan hanya sinyal radio, USRP ini bisa diatur untuk mengeluarkan sinyal AM, FM, ataupun sinyal TV. Semua sinyal itu diprogram melalui software.

Inilah yang menyebabkan OpenBTS bisa dirakit dengan harga yang murah. Karena pemancarnya diatur lewat software. Jika pemancarnya berupa hardware pasti membutuhkan biaya miliaran rupiah.

Jangkauan OpenBTS versi minimal ini hanya 5 sampai 10 meter saja. Karena, konsumsi listriknya hanya 100 mili watt. Jika power amplifier-nya diganti menjadi 10 watt, seharga 120 juta rupiah (belum termasuk ongkos kirim), jangkauannya bisa mencapai 5 kilometer lebih.

intinya Open BTS lebih mudah dan lebih murah dibangun dibandingkan dengan operator seluler yang konvensional.

berikut screen shot yang saya ambil dari detik dalam pembuatan Open BTS yang dilakukan oleh Onno W Purbo

Beginilah komponen dalam open BTS

Ini adalah USRP ((Universal Software Radio Peripheral) yang menjadi komponen kunci untuk membuat Open BTS.

Ponsel biasa pun dapat mengenali sinyal dari open BTS. Di sini, nama operator adalah Air Putih.

Dua ponsel yang dihubungkan dalam jaringan Open BTS dapat saling berkirim SMS dan telepon.

Open BTS kaitannya dengan Mobile Learning

Dunia pendidikan dituntut untuk selalu senantiasa menyesuaikan perkembangan teknologi terhadap usaha dalam peningkatan mutu pendidikan, terutama penyesuaian penggunaan teknologi informasi dan komunikas bagi dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dan inovasi dalam dunia pendidikan dari pendidikan yang konvensional kea rah pendidikan yang lebih modern, dari teachercentered menuju student centered.

Melihat perkembangan saat ini maka bukan waktunya lagi guru untuk memberikan pengajaran secara konvensional dengan hanya menggunakan metode ceramah dan menghafal, hal ini sejalan dengan pendapat Jean Marie Stine (2002:6), ia berpendapat :

Cara belajar system pendidikan kita yang diterapkan kepada kita sejak masa kanak-kanak, yaitu cara belajar kuno dan tidak produktif. Pendekatan model lama ini sebenarnya lebih menimbulkan keburukan daripada kebaikan dan membuat proses belajar menjadi sulit bagi kita. Sejak dulu system sekolah mengajarkan kepada anak-anak untuk menghafal tanpa berfikir.

Perubahan akan tuntutan itulah yang menjadikan dunia pendidikan memerlukan inovasi dan kreatifitas dalam proses pembelajarannya karena banyak orang mengusulkan pembaharuan pendidikan dan pengajaran, tetapi sedikit sekali orang yang berbicara tentang solusi pemecahan masalah tentang proses belajar yang sesuai dengan tuntutan global saat ini. Salah satu pemecahan masalah tersebut diantaranya adalah pemanfaatn media pendiaikan. Hal ini sejalan dengan pendapat Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2001;2) bahwa :

Manfaat media dalam pembelajaran adalah Pertama, pembelajaran akan lebih menarik siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi siswa. Kedua, bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga lebih dipahami oleh siswa mencapai tujuan yang lebih baik. Ketiga, siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian dari guru tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dll.

Media yang berkembang saat ini selain komputer adalah HandPhone (HP). Perkembangan media berbasis HP atau mobile sangat pesat dengan semakin banyaknya pengguna dari tahun ketahun, menjadikan media ini mempunyai potensi yang tinggi dalam hal pendidikan karena mampunyai akses yang sangat luas.

Bagi dunia pendidikan, meluasnya pemanfaatan HP merupakan suatu potensi dan solusi untuk pengembangan pembelajaran dengan sistem baru yang dapat memenuhi kebutuhan dari mobilitas yang tinggi agar tuntutan global akan dunia pendidikan dapat terpenuhi. Pemanfaatan teknologi HP tidak hanya terfokus sebagai sarana komunikasi, ataupun hiburan, tetapi sudah dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Dari penelitian Mobile School Service yang dikembangkan oleh (Zoran Vucetic, et all; 2010), dimana teknologi HP dimanfaatkan ebagai sarana media pembelajaran pada mahasiswa di University of Novi Sad, Zrenjanin, Serbia. Disamping itu teknologi HP juga dimanfaatkan dalam pendidikan dan sudah diterapkan di Open University Malaysia yang berbasis SMS gateway dengan metode blended.

Telah terbukti dengan munculnya sistem pendidikan baru yang dikenal dengan sebutan m-learning. Mobile Learning (m-learning) merupakan paradigma pembelajaran yang memanfaatkna teknologi dan perangkat mobile yang mengalami perkembangan pesat dan potensial seiring dengan perkembangan mobile itu sendiri. Hal ini dapat dilihat dari grafik diatas, konsumen pengguna perangkat mobile ini dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan yang signifikan.dengan adanya mobile learning sangat memungkinkan untuk meningkatkan proses belajar khususnya untuk perkembangan ilmu teknologi informasi dan komunikasi.

Mobile learning pun banyak dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan khususnya pembelajaran jarak jauh, karena dengan mobile learning pembelajaran jarak jauh di rasa lebih efektif dan lebih efisien dalam hal penyebaran informasi dan proses pembelajaran, setidaknya itu yang dirasakan oleh Universitas Terbuka Malaysia yang menggunakan mobile learning berbasis SMS gateway sebagai salah satu metode pembelajarannya dalam proses pembelajaran yang mereka lakukan.

Open BTS menjadi potensi yang sangat besar dalam pengembangan mobile learning, karena untuk keperluan pendidikan khususnya di daerah terpencil dan dibutuhkan penyebaran informasi yang cepat serta pembelajaran yang merata, Open BTS bisa menjadi andalan, karena :

  1.  Pengembangannya yang terbilang murah
  2. bisa menggunakan jenis hp apapun
  3. Pengembangannya berkelanjutan karena open source
  4. berbasis software open source

dunia pendidikan harusnya aware dan siap siaga dalam pengembangan teknologi seperti Open BTS ini, terlepas dari regulasi yang ada, disampaikan pula oleh Onne W Purbo, ada peraturan di Kepmen Nomor 21 tahun 2001 yang memungkinkan masyarakat mendirikan Open BTS sendiri. Masyarakat bisa mengajukan izin menjadi penyelenggara jasa telekomunikasi dasar kepada Kementerian Kominfo.

Sejatinya, pihak operator pun bisa memakai solusi Open BTS untuk masyarakat di pedalaman yang belum mendapat akses telekomunikasi. Namun jika mereka tidak mau membangunnya dengan berbagai alasan, masyarakat bisa berinisiatif sendiri.

nah, siapkah kita berinovasi dalam dunia pendidikan demi terciptanya berbagai media yang bisa dimanfaatkan dan fleksibel, menurut saya itulah tugas sebagai Teknologi Pendidikan, menemukan inovasi dalam pendidikan.

sumber :

http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/OpenBTS

http://openbts.sourceforge.net/

http://inet.detik.com/read/2012/01/10/085313/1811102/328/open-bts-ala-onno-telepon-sms-bisa-gratis

http://inet.detik.com/read/2012/01/10/130245/1811472/328/mengintip-teknologi-open-bts-ala-onno-purbo/

http://inet.detik.com/read/2012/01/10/103048/1811226/328/membangun-open-bts-apa-boleh-secara-regulasi

http://www.irrodl.org/index.php/irrodl/article/view/926/1738

2 responses to “Open BTS salah satu masa depan Mobile Learning

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s