Definisi Komunikasi


Terdapat banyak sekali ahli-ahli komunikasi yang mendefinikan komunikasi, beberapa diantaranya ada yang mengartikan komunikasi sebagai proses berbagi makna melalui perilaku verbal dan non verbal di sampaikan secara sederhana oleh Deddy Mulyana (2005:3). Selain itu pada situs ensiklopedia online dinyatakan bahwa komunikasi sebagai proses dari usaha penyampaian informasi dari pengirim (Sender) kepada penerima (Receiver) dengan menggunakan sebuah media. Komunikasi dapat berbentuk Audio seperti berbicara, menyanyi dan bunyi lainnya. Visual seperti gambar, sketsa dan lukisan, atau fisik seperti gestur dan bahasa isyarat (http://en.wikipedia.org/wiki/communication: diakses pada 10 Desember 2008).

Sedangkan menurut Deni Darmawan (2007) komunikasi berarti proses penyampaian pesan atau informasi dari pengirim (komunikator atau sender) kepada penerima (komunikan atau receiver) dengan menggunakan simbol atau lambang tertentu baik secara langsung maupun tidak langsung (menggunakan media) untuk mendapatkan umpan balik (feedback).

Dari sudut pandang yang berbeda, komunikasi  merupakan  sebuah  aksi  di  mana  manusia berbicara,  mendengarkan,  melihat,  merasa,  dan  mereaksi  satu  sama  lain terhadap pengalaman-pengalaman dan lingkungan di mana mereka berada (Tomi  Tamtomo:2006).

Lebih luas lagi disampaikan oleh Onong (1994) yang dikutip dari Joseph A. Devito dalam bukunya Communicology: An Introiduction to the Study of Communication:

the act, by one or more more person of sending and receiving messages distorted by noise, within a context, with some effect and with some opportunity for feedback. The communication act, then would include the following components: context, source (s), receiver (s), messages, channels, noise, sending or encoding processes receiving, decoding process, feedback and effect. These elements seems the most essential in any consideration of the communication act.

Dari pernyataan tersebut Devito menyatakan bahwa komunikasi adalah perilaku mengirim dan menerima pesan yang dilakukan oleh satu orang atau lebih yang disimpangkan oleh hambatan (noise), dalam suatu keadaan tertentu, dengan menimbulkan efek dan dengan adanya kesempatan untuk proses timbval balik. Berdasarkan teorinya tersebut, maka dirumuskan unsur-unsur komunikasi yaitu pesan (messages), adanya keadaan tertentu (context), sumber pesan (source/sender), penerima pesan (receiver), media (channel/media), hambatan (noise), proses mengirim dan menerima pesan, efek (effect), dan umpan balik (feedback).

Berdasarkan beberapa pengertian tersebut, secara umum dapat disimpukan bahwa komunikasi adalah sebuh proses dimana komunikator mengirim pesan berupa simbol yang memiliki makna kepada komunikan melalui suatu saluran dan adanya umpan balik.

Unsur-unsur komunikasi secara lebih sederhana dihimpun oleh Onong (1994) menjadi sebagai berikut:

  1. Komunikator (communicator/sender),
  2. Pesan (message),
  3. Media (media/channel),
  4. Komunikan (communicant/receiver),
  5. 5.        Efek (effect).

Sebagai suatu proses, komunikasi dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu proses primer dan sekunder. Proses komunikasi primer merupakan proses komunikasi langsung, dimana proses komunikasi yang dilakukan tanpa menggunakan media yang dapat melipatgandakan penerima pesan. Sedangkan komunikasi sekunder adalah komunikasi yang berlangsung dengan bantuan mekanisme yang dapat melipatgandakan penerima pesan, atau ditujukan untuk mengatasi berbagai masalah yang merintangi terjadinya proses komunikasi primer. Seperti rintangan yang berupa jarak dan waktu maka digunakanlah media televisi, radio, dan buku (Deni Darmawan:2007).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s