Kenapa Electronic Learning diperlukan saat ini


Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini sulit terbendung lagi dalam sisi kehidupan manusia. Pergerakan yang begitu cepat mendorong manusia untuk merubah gaya hidupnya untuk lebih menyesuaikan dengan teknologi yang ada, sehingga timbul ketergantungan yang luar biasa melanda manusia terhadap produk maupun gagasan yang mengiringi percepatan teknologi informasi dan komunikasi.

Dunia pendidikan dituntut untuk selalu senantiasa menyesuaikan perkembangan teknologi terhadap usaha dalam peningkatan mutu pendidikan, terutama penyesuaian penggunaan teknologi informasi dan komunikas bagi dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Globalisasi telah memicu pergeseran dan inovasi dalam dunia pendidikan dari pendidikan yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih modern, dari teacher centered menuju student centered.

Perubahan dan inovasi dalam dunia pendidikan disampaikan oleh Ismaun (2001:8), yang mengemukakan secara umum dan inovasi yang akan terjadi dalam dunia pendidikan di abad ke 21, antara lain:

  1. Lebih banyak pilihan untuk memperoleh pendidikan
  2. Makin meningkatnya peran pendidikan informal di rumah
  3. Wajib belajar berubah, pendidikan dasar akan lebih banyak dilakukan dalam keluarga
  4. Waktu belajar pendidikan formal makin lebih singkat
  5. Computer assisted instruction
  6. Electronic video recording
  7. Mobile Education
  8. Kurikulum disusun kelompok profesi, kelompok masyarakat dan warga belajar. Tidak lagi birokrat atau pemerintah pusat
  9. Model belajar dengan sistem individual study dan sistem magang akan meluas
  10. Acuan kompetensi terutama bukan dari lembaga pendidikan persekolahan dengan ijazah, tetapi lebih dikembangkan melalui standarisasi, akreditasi, dan sertifikasi oleh kelompok-kelompok profesi
  11. Pendidikan IPTEK akan lebih memacu berkembangnya pendidikan sepanjang hayat.
  12. Belajar sepanjang hayat memungkinkan sekolah paroh waktu dan bekerja paroh waktu akan sangat dominan dikalangan usia muda, terutama pada jenis pekerjaan keterampilan dan kejuruan.

Perubahan inovasi tersebut, memiliki implikasi yang sangat luas dalam dunia pendidikan, seperti yang diungkapkan oleh Ismaun (2001:8), bahwa Implikasi pembaharuan pad pendidikan ialah :

  1. Perubahan dalam program pembaharuan dan teknologi instruksional (proses pembelajaran).
  2. Belajar dan pembelajaran ialah banyak menggunakan metode eksperimental
  3. Pengendalian belajar lebih melalui peningkatan kadar gizi dan peningkatan IQ (intelligence quotient) yang diimbangi dengan pembinaan EQ (emotional quotient) dan SQ (spiritual quotient).

Melihat perkembangan saat ini maka bukan waktunya lagi guru untuk memberikan pengajaran secara konvensional dengan hanya menggunakan metode ceramah dan menghafal, hal ini sejalan dengan pendapat Jean Marie Stine (2002:6), ia berpendapat :

Cara belajar sistem pendidikan kita yang diterapkan kepada kita sejak masa kanak-kanak, yaitu cara belajar kuno dan tidak produktif. Pendekatan model lama ini sebenarnya lebih menimbulkan keburukan daripada kebaikan dan membuat proses belajar menjadi sulit bagi kita. Sejak dulu sistem sekolah mengajarkan kepada anak-anak untuk menghafal tanpa berfikir.

Perubahan akan tuntutan itulah yang menjadikan dunia pendidikan memerlukan inovasi dan kreatifitas dalam proses pembelajarannya karena banyak orang mengusulkan pembaharuan pendidikan dan pengajaran, tetapi sedikit sekali orang yang berbicara tentang solusi pemecahan masalah tentang proses belajar yang sesuai dengan tuntutan global saat ini. Salah satu pemecahan masalah tersebut diantaranya adalah pemanfaatn media pendidikan. Hal ini sejalan dengan pendapat Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2001;2) bahwa :

Manfaat media dalam pembelajaran adalah Pertama, pembelajaran akan lebih menarik siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi siswa. Kedua, bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga lebih dipahami oleh siswa mencapai tujuan yang lebih baik. Ketiga, siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian dari guru tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dll.

Media yang berkembang saat ini selain komputer adalah Hand Phone (HP). Perkembangan media berbasis HP atau perangkat mobile sangat pesat dengan semakin banyaknya pengguna dari tahun ketahun, menjadikan media ini mempunyai potensi yang tinggi dalam hal pendidikan karena mampunyai akses yang sangat luas. Berikut adalah pertumbuhan pengguna perangkat mobile di Indonesia


Gambar 1.1

Data perkembangan pengguna telepon seluler di Indonesia

Sumber (Data
Statistik ICT KOMINFO 2004-2009)

Bagi dunia pendidikan, meluasnya pemanfaatan perangkat mobile merupakan suatu potensi dan solusi untuk pengembangan pembelajaran dengan sistem baru yang dapat memenuhi kebutuhan dari mobilitas yang tinggi agar tuntutan global akan dunia pendidikan dapat terpenuhi. Pemanfaatan teknologi mobile tidak hanya terfokus sebagai sarana komunikasi, ataupun hiburan, tetapi sudah dimanfaatkan sebagai media pembelajaran. Dari penelitian Mobile School Service yang dikembangkan oleh (Zoran Vucetic, et all; 2010), dimana teknologi HP dimanfaatkan ebagai sarana media pembelajaran pada mahasiswa di University of Novi Sad, Zrenjanin, Serbia. Disamping itu teknologi mobile juga dimanfaatkan dalam pendidikan dan sudah diterapkan di Open University Malaysia yang berbasis SMS gateway dengan model blended learning.

Telah terbukti dengan munculnya sistem pendidikan baru yang dikenal dengan sebutan m-learning.
Mobile Learning (m-learning) merupakan pembelajaran yang memanfaatkan teknologi dan perangkat mobile yang mengalami perkembangan pesat dan potensial seiring dengan perkembangan mobile itu sendiri. Hal ini dapat dilihat dari grafik diatas, konsumen pengguna perangkat mobile ini dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan yang signifikan. Dengan adanya mobile learning sangat memungkinkan untuk meningkatkan proses belajar khususnya untuk perkembangan ilmu teknologi informasi dan komunikasi. Pemanfaatan Mobile learning itu sendiri menggunakan teknologi yang sudah ramah dan bersifat user friendly sehingga tidak memerlukan waktu yang banyak dalam pengenalannya kepada pengguna. Menurut Khoe Yao Tung (200:18), pemanfaatan teknologi informasi pada bidang pendidikan sangat dibutuhkan untuk mendesain creative learning, karena didalamnya terkandung nilai-nilai:

  1. Striving For Diversity – tetap membimbing, tanpa mengubah nilai yang ada, mengembangkan perilaku efektif dalam menuju kehidupan sub-kultur dengan komunitas berbeda yang lebih baik.
  2. Equality – dalam ideology post modern, persamaan hak mendapatkan pendidikan dalam bentuk power of relationship
  3. Tolerance and freedom – toleransi mengandung arti secara garis besar, tidak berapriori negatif, mengkritik kelompok tertentu, dan tidak menekan. Kebebasan dalam budaya dan komunitas dalam mengekspresikan kelompoknya.
  4. The importance of creativity – wawasan dan kreatifitas dalam era post moderinis akan menekankan pada konstruksi dari pengetahuan dan keragaman. Rangsangan dan pernyataan kreatifitas siswa sangat penting dalam pembentukan paradigm baru pengetahuan dan pengukuran suatu nilai
  5. The importance of emotion – aliran emosi mengikuti kurva belajar keberadaanya disertai self esteem pada unsure internal pribadi siswa. Mereka percaya pada setiap waktu emosi dari anak ditantang, seperti cemburu dan iri. Kreatifitas akan hilang jika guru berperilaku kaku, otoriter dan benar-benar mematikan kreatifitas pada anak didiknya.
  6. The importance of intuition – intuisi menjaid lebih pening, karena pemikiran rasional akan hilang otoritasnya jika sering berbenturan dengan ide-ide. Kaum moderinis berupaya untuk mengembangkan intuisi dan dari rasional, dan merupakan pemikiran konsep yang linear, perasaan, jika kita mau melegitimasi dan kemungkinan jauh lebih penting.

Penyesuaian yang dilakukan dunia pendidikan dalam memenuhi tuntutan global saat ini dengan tuntutan untuk memperbaiki kualitas dan pemerataan pendidikan yang berkualitas menjadi latar belakang diadakannya mata kuliah E-Learning. E-Learning, meliputi segala hal yang berkaitan dengan pembelajaran yang menggunakan media elektornik baik online maupun offline. Produk-produk pembelajaran yang dihasilkan dari E-Learning sendiri masih banyak yang bisa dimanfaatkan dan dikembangkan.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran mata kuliah E-Learning adalah memfasilitasi proses belajar mengajar dengan media pembelajaran yang memadai dan bisa diakses dengan mudah baik oleh pengajar maupun pembelajar. Media pembelajaran ini sangat penting karena memliki peranan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dan di dalam pemanfaatan media tersebut hendaknya disesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini yaitu teknologi Mobile dengan teknologi yang bisa dengan mudah diakses oleh perserta didik tentunya. Maka, mata kuliah E-Learning ini dirasa cocok untuk pengimplementasian dari pengembangan Mobile Learning Berbasis SMS Gateway sebagai upaya untuk membantu meningkatkan proses belajar mahasiswa dan sebagai solusi dalam pemenuhan tuntutan global akan perkembangan arus informasi saat ini khususnya untuk tingkat Perguruan Tinggi (PT).

dari pemaparan diatas, jelaslah bahwa pembelajaran saat ini jangan terlalu mengandalkan pada pembelajaran yang konvensional, pembeljaran yang kreatif dan inovatif harus menjadi mercusuar perubahan paradigma pembeljaran. semoga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s