Category Archives: Tekpend

Pembelajaran Personal (Personalized Learning) dalam kaitannya dengan Pembelajaran abad 21 – Sebuah Opini

pic : https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/736x/a7/f5/0d/a7f50dc1ddb322492400fb7358b6bc5e.jpg

Belajar dan kurikulum, 2 hal yang tidak bisa dipisahkan, semenjak kita TK, SD sampai perguruan tinggi, cara belajar kita dipengaruhi oleh kurikulum yang tanpa kita sadari menjadi patokan kita dalam belajar, harus ini harus itu harus begini harus begitu, ya kira-kira begitulah paling tidak itu yang saya alami ketika belajar khususnya ketika di sekolah. Masa Sekolah Dasa banyak dihabiskan dengan mendengarkan dan menulis apa yang ada dipapan tulis, kasihan sekali jika siswa yang disuruh nulis (biasanya sekretaris kelas) teks dibuku untuk disalin dipapan tulis kemudian siswa lainnya pun menulis dibuku masing-masing, ya ini ada sedikit banyaknya dipengaruhi oleh kurikulum juga yang pada waktu itu dikenal dengan nama CBSA atau Cara Belajar Siswa Aktif. Tujuan dari kurikulum Baca lebih lanjut

Manfaat Media Pembelajaran Berbasis TIK

Munir (2008:139) mengatakan bahwa media pembelajaran ada dua jenis, yaitu media pembelajaran sederhana dan media pembelajaran modern. Media pembelajaran sederhana meliputi papan tulis, sedangkan media pmebelajaran modern meliputi kmputer dan internet. Dalam hal ini media pembelajaran berbasis SMS gateway bisa digolongkan ke media pembelajaran modern, karena menggunakan salah satu perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yaitu telepon seluler.

Media pembelajaran berbasis TIK memiliki kelebihan tersendiri bila dibandingkan dengan media pembelajaran lainnya. Munir (2008:138) mengungkapkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh media pembelajaran berbasis TIK sebagai berikut :

a. Dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam terhadap materi pembelajaran yang sedang dibahas, karena dapat menjelaskan konsep yang sulit atau rumit menjadi mudah atau lebih sederhana.

b. Dapat menjelaskan materi pembelajaran atau objek yang abstrak (tidak nyata, tidak dapat dilihat langsung) menjadi konkrit (nyata dapat dilihat, dirasakan, atau diraba), seperti menjelaskan peredaran darah dan organ-organ tubuh manusia pada mata pelajaran Sains.

c. Membantu pengajar menyajikan materi pembelajaran menjadi lebih mudah dan cepat, sehingga peserta didikpun mudah dipahami, lama diingat dan mudah diungkapkan kembali.

d. Menarik dan membangkitkan perhatian, minat, motivasi, aktifitas, dan kreatifitas belajar peserta didik, serta dapat menghibur peserta didik.

e. Memancing partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran dan memberikan kesan yang mendalam dalam pikiran peserta didik.

f. Materi pembelajaran yang sudah dipelajari dapat diulang kembali (playback). Misalnya menggunakan rekaman video, compact disk (cakram padat), tape recorder atau televisi.

g. Dapat membentuk persamaan pendapat dan persepsi yang benar terhadap suatu objek, namun dalam bentuk nyata menggunakan media pembelajaran.

h. Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sehingga peserta didik dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan tempat belajarnya, sehingga memberikan pengalaman nyata dan langsung. Misalnya, peserta didik mempelajari tentang jenis-jenis tumbuhan. Mereka langsung melihat, memegang, atau merasakan tumbuhan tersebut.

i. Membentuk sikap peserta didik (aspek afektif), meningkatkan keterampilan (psikomotor).

j. Peserta didik belajar sesuai dengan karakterisktiknya, kebutuhan, minat, dan bekatnya, baik secara individual, kelompok, atau klasikal.

k. Menghemat waktu, tenaga dan biaya.

berbagai definisi E-Learning

E-learning berasal dari huruf ‘e’ (electronic) dan ‘learning’ (pembelajaran). Jadi e-learning adalah pembelajaran yang menggunakan jasa elektronika. Model pembelajaran e-learning kini telah menjadi pilihan para penyelenggara pendidikan, karena keunggulan yang dimilikinya.

Definisi e-learning sangat beragam yang mungkin satu sama lain berbeda, Baca lebih lanjut

Definisi Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bentuk jamakkata medium yang secara harfiah artinya perantara atau pengantar. Gagne (2006: 14) mengemukakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Istilah media dalam bidang pembelajaran disebut juga media pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, alat bantu atau media tidak hanya dapat memperlancar proses komunikasi akan tetapi dapat Baca lebih lanjut

Bahasa Sebagai Simbol Komunikasi

Onong Uchjana Effendy (1994) dalam bukunya Ilmu Komunikasi, Teori dan Praktek bahwa proses komunikasi primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dalam bentuk lambang (symbol) sebagai media. Lambang dalam komunikasi primer adalah bahasa, kial, isyarat, gambar, warna, dan lain sebagainya yang secara langsung mampu “menterjemahkan” pikiran atau perasaaan komunikator (sender) kepada komunikan (receiver). Baca lebih lanjut

Bentuk-bentuk Komunikasi

Menurut Deni Darmawan (2007) komunikasi itu sendiri dapat terjadi dalam beberapa bentuk, diantaranya dalam bentuk komunikasi personal (personal communiaction) dan komunikasi kelompok (group communication). Selain itu komunikasi juga dapat bersifat tatap muka (face–to–face) dan melalui perantara media lain (mediated). Baca lebih lanjut

Definisi Komunikasi

Terdapat banyak sekali ahli-ahli komunikasi yang mendefinikan komunikasi, beberapa diantaranya ada yang mengartikan komunikasi sebagai proses berbagi makna melalui perilaku verbal dan non verbal di sampaikan secara sederhana oleh Deddy Mulyana (2005:3). Selain itu pada situs ensiklopedia online dinyatakan bahwa komunikasi sebagai proses dari usaha penyampaian informasi dari pengirim (Sender) kepada penerima (Receiver) dengan menggunakan sebuah media. Komunikasi dapat berbentuk Audio seperti berbicara, menyanyi dan bunyi lainnya. Visual seperti gambar, sketsa dan lukisan, atau fisik seperti gestur dan bahasa isyarat (http://en.wikipedia.org/wiki/communication: diakses pada 10 Desember 2008). Baca lebih lanjut